Upaya APPI Menyurati Presiden Jokowi Untuk Dapat Dilaksanakannya Kembali Liga Indonesia

Janji Kampanye Jokowi yang Sudah Terealisasi - Kompasiana.com

Pada awalnya Liga Indonesia akan digelar pada tanggal 9 Agustus 2021,  setelah sebelumnya mengalami pemberhentian kompetisi pada bulan maret 2020 karena Pandemi Covid-19. Ketua komisi X DPR Syaiful Huda mendukung langkah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia ( APPI), yang menyurati Presiden Jokowi demi Liga 1 dan Liga 2. APPI menyurati Jokowi tentang keluh kesah pemain yang mau beraktivitas dan mencari nafkah lagi di sepakbola. Mereka berharap Presiden Jokowi mendukung niatan PSSI dan PT.Liga Indonesia Baru(ILB) yang mau menjalankan kompetisi Liga Indonesia 2021. Sebagai satu-satunya asosiasi yang menaungi para pesebakbola profesional di Indonesia, APPI membuat surat yang ditandatangani langsung oleh seluruh perwakilan pemain.

Dalam suratnya APPI menyatakan aspirasi dan keinginan mereka sebagai bagian warga negara Indonesia, agar Presiden dapat segera membukakan jalan untuk dapat menggelar kembali kompetisi sepakbola Indonesia. Surat ini dikirim pada hari Kamis ( 29/7/2021) sebagai lanjutan dari pertemuan dengan seluruh pesepakbola profesional Indonesia perwakilan dari setiap klub yang berkompetisi di Liga 1 pada hari Rabu (28/7/2021).

Kompetisi Liga Indonesia sudah vakum satu tahun lebih bahkan sampai saat ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tak memberikan ijin sehingga Liga Indonesia tidak bisa digelar. Kini, pemerintah kembali memperpanjang PPKM hingga 2 Agustus sehingga nasib kompetisi liga Indonesia kembali terancam digelar. Terkait hal itu, APPI pun bergerak dengan menyurati Presiden Jokowi. Komisi X DPR menyambut baik langkah APPI. Kompetisi sepakbola memang sudah seharusnya bergulir kembali setelah terhenti pada bulan maret 2020.

“Kami mendukung langkah pemain APPI yang mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo agar kompetisi sepakbola bisa digelar kembali. Kami juga mendukung langkah-langkah PSSI dan Kemenpora yang terus berusaha menyiapkan pranata agar kompetisi bisa digelar dengan aman terutama dari sisi kesehatan.” Kata Syaiful Huda, ketua komisi X DPR RI.

Huda mengatakan tuntutan para pemain sepakbola profesional Indonesia agar kompetisi segera digelar adalah merupakan hal yang wajar. Mereka sudah 16 bulan menganggur karena pemerintah menghentikan kompetisi Liga indonesia 1 dan Liga 2. Banyak diantara mereka yang harus beralih profesi karena kehilangan mata pencaharian nya. Huda pun menjelaskan saat ini mayoritas pemain profesional sepakbola Indonesia sudah melakukan vaksinasi. Mereka juga sudah berulang kali melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan saat menjalani kompetisi. Bahkan sejumlah klub juga telah membentuk Satgas Covid-19 yang mengawasi kehidupan sehari-hari pemain agar aman dari ancaman virus saat berlatih dan beristirahat di mess pemain. Sebelumnya sudah ada gerakan #kamisiapmain yang disuarakan oleh seluruh elemen Kompetisi sepakbola di Indonesia. Para pemain, Staf, pelatih, panitia pelaksana, hingga para pendukung kompak menyuarakan gerakan tersebut. Huda meminta kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), untuk benar-benar berjuang meyakinkan stakeholder terkait jika kompetisi sepakbola aman digelar. Menurutnya PSSI juga harus menyiapkan Skenario jika pemerintah tetap melarang pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 di zona merah, oranye dan kuning.

“PSSI misalnya bisa mengubah format kompetisi sehingga pelaksanaan nya lebih singkat maupun memusatkan pelaksanaan kompetisi di wilayah Zona hijau yang aman. Sehingga satu sisi kompetisi tetap berjalan, disisi lain meminimalkan potensi terbentuknya klaster baru penularan Covid 19 karena sepakbola.” Lanjutnya.

Berhentinya kompetisi sepakbola di Indonesia diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 di awal tahun 2020. Pada saat itu kompetisi baru bergulir selama 3 minggu dan pertandingan terpaksa harus diberhentikan. Sampai saat ini masih belum ada kepastian tentang berjalannya lagi kompetisi sepakbola di Indonesia, baik Liga 1, Liga 2 maupun  Liga 3.