Temu Putih Alternatif Herbal Untuk Kanker Hati

temu putih herbal untuk kanker hatiTernyata Anda bisa mendapatkan manfaat herbal temu putih sebagai alternatif terapi herbal untuk kanker hati. Sejauh mana efektivitas terapi temu putih tersebut? Bagaimana kaca mata klinis melihat manfaat dari temu putih untuk kanker hati?

Apa Sebenarnya Kanker Hati?

Sebelum masuk pada pembahasan mengenai khasiat temu putih untuk kanker hati, mari kita membahas terlebih dulu apa sebenarnya kanker hati. Mengapa kanker ini sering terjadi dan memiliki tingkat kematian tinggi. Sebagaimana dijelaskan pada data WHO menunjukan bahwa kanker hati menempati posisi ke 6 kanker yang paling banyak terdiagnosa.

Hati adalah organ yang bekerja sebagai filter, sebagai sistem pengolahan sisa dari metabolisme tubuh, organ yang menyerap toksin dan residu dari dalam tubuh. Fungsi ini menyebabkan hati lebih rentan terpapar toksin, unsur oksidasi, karsinogen dan aspek perusak lain.

Ketika fungsi hati tidak berjalan dengan baik, seperti karena penumpukan lemak hati, sirkulasi yang tidak baik karena pola minum yang kurang, maka hati beralih fungsi menjadi penyimpan toksin. ini menyebabkan hati juga menjadi rentan infeksi, kerusakan fungsi dan juga kanker.

Sementara itu, ketika hati sendiri sudah mengalami kerusakan, seperti karena perkembangan kanker. Maka fungsi hati secara keseluruhan akan menurun, bahkan mungkin terjadi gagal fungsi. Ini berakibat fatal, tubuh akan mengalami overtoksin, gangguan pada fungsi metabolisme, gangguan imun dan fungsi hormonal, sirkulasi yang terganggu dan banyak lagi. Gangguan kompleks yang menyebabkan tingkat kematian kanker hati menjadi cukup tinggi.

Herbal Untuk Kanker Hati Dengan Temu Putih

Efek dari kanker hati yang demikian kompleks menyebabkan organ ini juga memerlukan terapi kompleks untuk membantu mengatasi perkembangan kanker. Dan dengan bantuan herbal anti kanker dari bahan temu putih, potensi pengobatan kanker hati mungkin dapat dioptimalkan.

Rimpang temu putih atau Curcuma zedoaria memiliki kandungan senyawa curcuminoid aktif, yang  terdiri dari curcumin, bisdemethoxycurcumin dan demethoxycurcumin. Ketiganya terbukti memiliki efek sitotoksin terhadap perkembangan kanker hati. Efek herbal untuk kanker hati ini akan meredam perkembangan sel kanker, sebagai anti inflamasi, hemaprotektif, anti proliferasi dan baik untuk meredam efek samping kemoterapi.

Dalam International Journal of Medicinal Chemistry tahun 2011 dipertegas bagaimana senyawa dalam temu putih memiliki khasiat sebagai anti kanker sekaligus memberi efek positif terhadap perbaikan fungsi hati.

Mengolah Temu Putih Sebagai Herbal untuk Kanker Hati?

temu putih pada umumnya dapat Anda rebus bersama air untuk kemudian menghasilkan teh herbal yang akan memberi efek hepaprotektif. Ini cara paling sederhana mendapatkan khasiat temu putih sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk kanker hati.

Namun, pada laman deherba.com dijelaskan akan adanya sebuah ramuan herbal pengobatan kanker hati yang terbuat dari serangkaian herbal termasuk temu putih. Adapun ramuan tersebut dapat dilihat dalam penjelasan berikut.

Bahan ramuan herbal untuk kanker hati

10 gram rimpang temu putih

15 gram daun sambiloto yang telah kering

30 gram daun meniran kering

15 gram daun saga yang sudah kering

½ telapa tangan temulawak masih basah

Cara pengolahan

Cuci bersih semua herbal dengan air mengalir dan iris iris bahan herbal segar

Masukan semua bahan dalam panci berbahan email atau tanah liat

Tambahkan air sebanyak 3 gelas dan rebus dengan menggunakan api kecil

Masak sampai tersisa air 1 gelas saja lalu matikan api

Diamkan hingga suhu dingin dan tiriskan

Metode mengonsumsi ramuan herbal untuk kanker hati

Paruh dua air ramuan tadi menjadi ½ gelas masing masing. Minum setiap hari pagi dan sore dengan rutin. Dapatkan hasil maksimal ramuan herbal untuk kanker hati ini setelah terapi dilakukan beberapa pekan.

Dalam batasan tertentu, terapi dengan bahan herbal untuk kanker sebenarnya bisa diandalkan. Anda bisa gunakan sebagai terapi pada stadium awal. Atau untuk mendampingi terapi medis yang dijalankan.