Alternatif Susu Bagi Penderita Kanker

susu bagi penderita kanker

Susu memiliki efek berbeda terhadap penderita kanker. Terutama bila bicara soal susu sapi, dimana susu dapat berpotensi menjaga kebugaran penderita kanker, tetapi juga dapat memicu kanker. Adakah alternatif susu bagi penderita kanker yang baik dan direkomendasikan?

Jenis Susu Aman Bagi Penderita Kanker

Ada sejumlah alternatif yang bisa disarankan untuk tetap mengonsumsi susu bagi penderita kanker. Dengan memperhatikan kebutuhkan nutrisi yang cukup kompleks. Namun juga memperhatikan aspek aspek yang dikhawatirkan justru meningkatkan potensi perkembangan kanker. Dan sejumlah susu alternatif ini antara lain adalah sebagai berikut.

Susu Kedelai

Susu kedelai merupakan susu yang berasal dari kacang kedelai. Dikenal mengandung protein tinggi yang cukup mendekati kadar protein sapi. Juga kaya serat namun dengan kadar lemak dan kalori lebih rendah sehingga dianggap lebih aman.

Namun, susu kedelai mekandung senyawa isoflavon yang merupakan estrogen reseptor, sehingga dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh. Meski dalam Alternative Therapies in Health and Medicine tahun 2014 diungkap bahwa kadar isflavon dalam susu kedelai dianggap tidak berbahaya. Tetapi Anda yang memiliki isu dengan estrogen berlebihan sebaiknya tetap hati hati dalam mengonsumsi susu kedelai.

Susu Almond

Susu almond belakangan memang naik daun, karena dianggap sebagai susu nabati alternatif yang sehat. Ini juga banyak direkomendasikan untuk susu bagi penderita kanker. Soal rasa juga dianggap lebih enak karena efek rasa almond yang gurih.

Kalori dari susu almond sekitar 35 kalori untuk tiap 250 cc, lemak lebih rendah dengan kandungan protein dan karbohidrat yang relatif tinggi. Meski demikian sejumlah unsur mineral dalam susu almond jauh dibawah susu kedelai dan susu sapi.

Kadar vitamin E dalam susu almond dianggap baik untuk kanker. Dan almond sendiri dianggap baik untuk menurunkan resiko sejumlah jenis kanker seperti kanker payudara, hati dan kolon.

Susu mede

Susu mede memang tidak banyak ditemukan, tetapi ini bisa menjadi alternatif pilihan susu bagi penderita kanker. Sebagai susu berbahan nabati, susu mede akan mengandung serat lebih tinggi dengan kalori yang lebih terkendali. Nutrisi di dalamnya relatif memadai meski dengan sejumlah unsur mineral yang tidak sekaya mineral pada susu hewani.

Dan ketika susu mede dikonsumsi untuk penderita kanker ternyata susu ini akan memberi efek anti kanker. Karena kandungan pro antosianidin di dalamnya terbukti memiliki kinerja sebagai anti kanker.

Susu oat

Tidak banyak yang mengenal susu oat, tetapi dikalangan penggiat diet susu ini mulai memiliki banyak penggemar. Rasa gurih khas dari oat membuat susu ini banyak digemari. Dilengkapi dengan kandungan serat yang tinggi, protein dan karbohidrat kompleks. Meski kadar karbo total bisa relatif tinggi dibandingkan jenis susu lain.

Dalam sejumlah riset terbatas susu oat ini terbukti baik untuk anti kolesterol. Mengandung kadar kolesterol baik yang tinggi dan memiliki unsur anti peradangan. Manfaat terakhir ini dianggap akan memberi manfaat ketika dikonsumsi penderita kanker.

Santan

Santan dikenal pula secara global sebagai alternatif susu nabati. Bersumber dari hasil ekstraksi kelapa, santan memiliki rasa nabati yang khas. Di Indonesia, penggunaan santan sebagai susu sendiri tidak begitu populer.

Dan terbukti, dalam Cell Death Discovery tahun 2017  santan memiliki efek anti kanker. Baik bekerja sebagai anti proliferasi dan pro apoptosis. Juga bekerja menekan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Mengandung kadar serat, protein dan sejumlah mineral yang cukup tinggi. Selain juga terbukti mengandung vitamin yang relatif lengkap.

Hanya saja catatan seputar pemanfaatan santan sebagai susu bagi penderita kanker adalah pengolahannya. Karena memasak santan hingga mendidih lama dan pecah akan meningkatkan resiko kanker menurut  jurnal Cancer Causes and Control tahun 2006