Stabilitas Kawat Bronjong Sebagai Pelindung Bibir Pantai

Kita semua mengetahui kalau erosi pada bibir pantai adalah masalah yang paling sering dialami pada area pantai. Erosi pada bibir pantai bukan hanya berakibat pada hancurnya pesisir namun bisa menimbulkan masalah yang lebih besar lagi, semisal tanah longsor pada struktur tanah yang lebih tinggi dan juga masalah yang lebih berbahaya untuk masa depan seperti  pengikisan yang terus menerus pada area pantai.

 

erosi yang ekstrim pada daerah pantai akan mengikis daratan yang tentu akan sangat merugikan jika ada sebuah bangunan atau fasilitas di atas tanah tersebut. Apalagi pemanasan global sudah semakin mengkhawatirkan yang akan menambah masalah baru bagi area pesisir pantai. Area pesisir pantai bukan hanya berjuang dari erosi air laut namun pada akhir nya harus berjuang untuk tetap bertahan saat permukaan air laut naik akibat pemanasan global.

 

Dalam sistem perkuatan tanah ada beberapa material yang dapat digunakan untuk pencegahan erosi tepi pantai namun efektivitas nya cenderung akan menurun seiring air laut naik akibat pemanasan global.

 

Muka air laut yang naik memang seperti bukan masalah yang terlalu mengkhawatirkan, namun perlu diingat material pencegah erosi akan melemah bila permukaan air naik, karena permukaan air laut yang naik akan meningkatkan pula tekanan yang harus dipikul pada material pencegah erosi tersebut. Maka dari itu sistem pencegah erosi bukan hanya diperhitungkan untuk masa kini saja namun juga harus memperhitungkan skenario terburuk jika muka air laut naik

 

Mengenal Material Kawat Bronjong

 

Kawat bronjong adalah material terbuat dari baja berkarbon rendah yang memiliki fungsi untuk perkuatan tebing dan sebagai pencegah erosi. Kawat bronjong akan diisi pecahan batuan dengan ukuran 15 – 25 cm  (toleransi 5%)

dan minimal 85% dari bebatuan yang digunakan memiliki ukuran yang sama. Kawat bronjong yang diisi oleh batu disebut dengan gabion.

 

Penggunaan kawat bronjong dalam pencegahan erosi bukan tanpa alasan. Jika mau dibandingkan dengan pencegah erosi yang lebih murah seperti semen beton, maka kawat bronjong dinilai jauh lebih unggul dari segi Stabilitas dan masa pemakaian nya. Ditambah lagi material ini juga lebih ramah lingkungan karena sela sela batu yang ada di dalam kawat bronjong bisa menjadi habitat baru bagi makhluk hidup di perairan sekitar.

 

Mengenal Faktor Faktor Yang Akan Diuji

 

Sebelum kita melihat bagaimana stabilitas kawat bronjong sebagai penahan erosi, alangkah baik nya untuk mengenal apa saja faktor faktor yang akan diuji untuk menentukan kelayakan kawat bronjong. Faktor faktor yang akan diuji disebut dengan stabilitas geoteknik. Stabilitas geoteknik yang akan diuji antara lain:

 

  • Stabilitas terhadap guling (overturning)

  • Stabilitas terhadap geser (sliding)

  • Stabilitas terhadap daya dukung tanah (bearing capacity)

 

Stabilitas Kawat Bronjong Pada Pesisir Pantai

 

Stabilitas yang dimaksud adalah Stabilitas bersifat kejadian sehari hari bukan yang bertujuan untuk menghalau gelombang tsunami atau menahan getaran gempa. Satu satu stabilitas jangka panjang yang akan diuji adalah bagaimana kawat bronjong akan bertahan dengan erosi air laut dan kenaikan muka air laut akibat pemanasan global.

 

  • Stabilitas Kawat Bronjong Terhadap Guling (overturning)

Guling atau overturning adalah kondisi struktur bangunan yang menjorok kearah depan. Overturning sendiri bisa terjadi karena kualitas tanah yang tidak merata, sementara tekanan vertikal pada bangunan dan tekanan tanah pada sisi lain menginduksi momen tentang.

 

untuk memastikan apakah kawat bronjong dapat bertahan dari guling (overturning) maka diperlukan perhitungan 3 lapisan tanah di bawah kawat bronjong. yaitu lapisan pasir lunak, lapisan pasir sedang, dan lapisan pasir keras.

 

Setelah melakukan beberapa kajian kawat bronjong menghasilkan angka yang memuaskan yaitu 2< FS (guling) = 3,890 dan 2< FS (guling(PG)) = 3,456. Yang memiliki arti kawat bronjong dinilai sangat efektif untuk stabilitas guling dengan angka keselamatan berada di angka 3,890 sedangkan angka keselamatan standar nya berada di angka 2 dan walaupun permukaan air laut naik angka keselamatan masih berada di angka 3,456. Yang membuat kawat bronjong tidak terpengaruh efek guling atau overturning.

 

  • Stabilitas Kawat Bronjong Terhadap Geser (sliding)

Geser atau sliding adalah bergesernya bangunan ke arah laut. Efek geser sendiri disebabkan tanah yang ‘mendorong’ bangunan ke sisi lain akibat ketidak seimbangan tekanan tanah horizontal.

Untuk perhitungan efek geser dipengaruhi tekanan dari gelombang laut yang menerjang kawat bronjong secara langsung. Setelah melakukan kajian stabilitas kawat bronjong terhadap efek geser, ditemukan kalau kawat bronjong tetap mampu bertahan dari efek geser dengan angka yang dihasilkan 1,5< FS (geser) = 1,555 dan 1,5< FS (geser(PG)) = 1,501.

 

Bahwa kawat bronjong memiliki nilai keselamatan terdapat efek geser sebesar 1,555 sedangkan untuk angka keselamatan standarnya berada di angka 1,5. Untuk kenaikan permukaan laut angka keselamatan kawat bronjong terhadap efek geser tetap tinggi, yaitu 1,501.

  • Stabilitas Kawat Bronjong Terhadap Daya Dukung Tanah

Stabilitas tanah terhadap kawat bronjong dapat dipengaruhi dengan lapisan tanah yang berada dibawah kawat bronjong. Stabilitas tanah sangat berpengaruh dengan kondisi bangunan di atas nya. Jika stabilitas tanah tidak memadai maka titik terberat dari bangunan akan tenggelam kedalam tanah. Yang tentu hal tersebut akan menghancurkan struktur bangunan secara keseluruhan.

Dengan itu stabilitas tanah adalah hal yang harus dipenuhi untuk setiap proyek konstruksi bukan hanya pengaplikasian kawat bronjong saja. Untuk menganalisa stabilitas tanah maka hal yang harus dilakukan adalah dengan menentukan eksentrisitas sehingga tegangan maksimum dan minimum pada tanah dapat diketahui.

 

Setelah melakukan beberapa perhitungan hasil yang didapatkan adalah kalau kawat bronjong dapat memiliki stabilitas yang besar terhadap tanah dasar yang menjadi pondasi nya. Hasil yang didapatkan adalah 3< FS (daya dukung tanah) = 79,896. Angka tersebut menunjukan kalau kawat bronjong memiliki nilai keselamatan terdapat stabilitas tanah yang tinggi yaitu 79,896 sedangkan nilai keselamatan standarnya berada di angka 3. artinya stabilitas struktur terhadap daya dukung tanah sudah tercapai.

 

Kesimpulan Yang Didapat

 

Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian di atas mengatakan bahwa material kawat bronjong dinilai sangat efektif untuk menjadi pencegah erosi tepi pantai dan memiliki masa efektifitas yang lama. Pengujan yang dihasilkan juga sangat memuaskan untuk kawat bronjong yaitu:

  • Stabilitas kawat bronjong terhadap efek guling = STABIL

  • Stabilitas kawat bronjong terhadap efek geser = STABIL

  • Stabilitas tanah terhadap kawat bronjong = STABIL