Sistem Konstruksi Kapal

Tahukah kamu sistem konstruksi kapal?, Jika kamu belum mengetahui nya kamu tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini, kami bakal membahas tentang sistem konstruksi pada kapal dibawah berikut ini.

Berikut 3 Sistem Konstruksi Pada Kapal

Sistem kerangka/konstruksi kapal (framing system) dibedakan didalam dua type utama; yakni sistem kerangka melintang (transverse framing system) dan sistem membujur atau memanjang (longitudinal framing system). Dari ke-2 sistem utama ini maka dikenal pula system gabungan (combination/mixed framing system).

Suatu kapal dapat seutuhnya dibuat dengan sistem melintang, atau hanya bagian-bagian spesifik saja (misalnya kamar mesin dan/atau cerukceruk) yang dibuat dengan sistem melintang sedang anggota utamanya dengan sistem membujur atau kombinasi; atau seutuhnya dibuat dengan sistem membujur.

 

Pemilihan type sistem untuk suatu kapal terlampau ditentukan oleh ukuran kapal (dalam perihal ini panjangnya sehubungan dengan kebutuhan bakal kebolehan memanjang), jenis/fungsi kapal menjadikan basic pertimbangan-pertimbangan lainnya..

Untuk mengetahui apakah suatu kapal, atau anggota berasal dari badan kapal dibuat dengan sistem melintang atau membujur dapat dicermati pada panelpanel pelatnya (panel pelat adalah bidang pelat yang dibatasi oleh penumpu-penumpunya).

 

Alat ukur bahan bakar mesin kapal  : Flow Meter Tokico 2 Inch

 

Jika sisi-sisi panjang panel-panel pelat berada pada posisi muka-belakang (sesuai arah hadap kapal) maka sistem yang dipakai pada anggota yang mengenai adalah sistem melintang, sebaliknya kalau sisi-sisi pendek berada pada posisi muka-belakang maka sistem yang dipakai adalah sistem membujur. Sistem gabungan diartikan bahwa alas dan geladak dibuat dengan sistem membujur sedang sisisisi kapal dibuat dengan sistem melintang.

 

1. Sistem Konstruksi Melintang

Dalam sistem ini gading-gading (frame) dipasang vertikal (mengikuti bentuk body plan) dengan jarak antara (spacing), ke arah memanjang kapal, satu sama lain yang rapat (sekitar antara 500 mm – 1000 mm, tergangung panjang kapal).

Pada geladak, baik geladak kemampuan maupun geladak-geladak lainnya, dipasang balok-balok geladak (deck beam) dengan jarak antara yang sama seperti jarak antara gading-gading. Ujungujung masing-masing balok geladak ditumpu oleh gading-gading yang terdapat pada vertikal yang sama.

Pada alas dipasang wrang-wrang dengan jarak yang sama pula dengan jarak antara gading-gading sedemikian rupa agar masing-masing wrang, gading-gading dan balok geladak membentuk sebuah alur yang saling terkait dan terdapat pada satu bidang vertikal sesuai penampang melintang kapal pada tempat yang bersangkutan.

Jadi, sepanjang kapal berdiri rangkaian-rangkaian (frame ring) ini dengan jarak antara yang rapat sebagaimana disebutkan di atas.

Rangkaian ini hanya ditiadakan seandainya pada tempat yang sama udah dipasang sekat melintang atau alur lain, yaitu gading-gading besar.

 

Gading-gading besar (web frame) adalah gading-gading yang membawa bilah (web) yang amat besar (dibandingkan bilah gadinggading utama). Gading-gading besar ini dihubungkan pula ujung-ujungnya dengan balok geladak yang membawa bilah yang terhitung besar (web beam).

Gading-gading besar ini kebanyakan hanya di letakkan pada ruanganruangan khusus (misalnya kamar mesin), tapi mampu terhitung di dalam ruang muat seandainya sebenarnya diperlukan sebagai tambahan penguatan melintang.

 

Tergantung kebutuhan, gading-gading besar demikian ini kebanyakan dipasang dengan jarak antara sekitar 3 – 5 m.
Sekat-sekat melintang, gading-gading (biasa maupun besar), balokbalok geladak (besar maupun biasa) merupakan unsur-unsur penguatan melintang badan kapal.

 

Elemen-elemen yang dipasang membujur didalam proses melintang ini hanyalah:

a. Pada alas : penumpu tengah (center girder) dan penumpu samping (side girder). Penumpu tengah adalah pelat yang dipasang vertical memanjang kapal pas pada bidang paruh (center line). Dalam alas ganda tinggi penumpu tengah ini merupakan tinggi alas ganda. Dalam alas tunggal penumpu alas ini dinamakan juga “keeleon” (luas dalam). Penumpu alas ini memotong wrang-wrang pas pada bidang paruh.

Penumpu samping (side girder, atau side keelson) juga merupakan pelat vertikal yang dipasang membujur pada alas. Penumpu samping ini dipasang di sebelah penumpu tengah. Suatu kapal bisa punya satu atau lebih penumpu samping, tergantung lebarnya, pada tiap-tiap sisi; bisa juga tidak punya penumpu samping. Jarak penumpu samping pada penumpu tengah, jarak satu mirip lain dan jaraknya pada sisi kapal dibatasi maksimum lebih kurang 1,8 m – 3,5 m.

b. Pada sisi : santa sisi (side stringer). Santa sisi pada umumnya hanya dipasang pada tempat- tempat spesifik (terutama di didalam ceruk dan kamar mesin), bisa juga di didalam area muat, tergantung kebutuhan setempat. Jarak pada (spacing) senta-senta sisi demikianlah ini tergantung kebutuhan, tapi di didalam kamar mesin dan ceruk-ceruk dibatasi minimum 2,6 m (Biro Klasifikasi Indonesia)

c. Pada geladak : penumpu geladak (deck girder atau carling)
Untuk kapal barang bersama dengan satu buah lubang palkah pada tiap area muat pada geladak yang bersangkutan, bisa dipasang 1-3 buah penumpu geladak, tergantung lebarnya. Penumpu geladak di pasang pas pada bidang paruh dan/atau menerus bersama dengan penumpu bujur lubang palkah (hatchside girder), yakni penumpu-penumpu yang pas berada di bawah ambang palkah yang membujur.

Dengan demikianlah keluar bahwa didalam proses melintang, elemen-elemen konstruksi/kerangka yang dipasang membujur jauh lebih sedikit jumlahnya daripada elemen-elemen kerangka yang merupakan anggota dari penguatan melintang.