Perlu Diketahui Inilah Perbedaan Haji dan Umrah

Biro Jasa Travel Haji dan Umrah – Haji dan umrah ialah dua beribadah yang dilaksanakan oleh umat Islam dengan berkunjung kota suci Makkah dan jadi beribadah yang selalu didambakan umat Islam.

Beribadah haji harus dilaksanakan untuk mereka, umat Islam yang sudah sanggup secara keuangan atau persiapan secara batin.

Haji sebagai satu antara rukun Islam, di mana kaum muslim yang menjaringnkannya dengan tulus dan segenap hati, akan diberi imbalan berbentuk surga oleh Allah SWt.

Perlu Diketahui Inilah Perbedaan Haji dan Umrah

Haji dalam artian istilah menurut beberapa ulama bisa disimpulkan sebagai sebuah aktivitas ke arah Ka’bah untuk lakukan tindakan-tindakan tertentu dan lakukan amal beribadah dengan persyaratan tertentu.

Sedang umrah berawal dari kata U’timar yang memiliki arti ziarah atau bisa disimpulkan sebagai aktivitas ziarah di Ka’bah dan lakukan thawaf di sekitarnya selanjutnya bersa’i di antara shafa dan marwa, dan cukur rambut tanpa wukuf di Arafah.

Untuk melakukan ke-2 beribadah itu, umat Islam membutuhkan penyiapan khusus, berbentuk penyiapan fisik, psikis, dan keuangan.

Lakukan beribadah haji pun tidak bisa dilaksanakan setiap waktu, tetapi cuman di bulan Syawal sampai Dzulhijjah, dan untuk kaum muslim di Indonesia, perlu untuk berbaris sepanjang tahun.

Di lain sisi, sesungguhnya apa yang membandingkan di antara beribadah haji dan umrah?

Berikut empat ketidaksamaan haji dan umrah.

1. Berdasarkan Hukumnya

Ketidaksamaan di antara haji dan umrah yang pertama bisa disaksikan dari hukumnya. Seperti dijumpai, haji ialah rukun Islam ke 5.

Dengan hal tersebut haji harus dikerjakan untuk semua umat Islam yang penuhi persyaratan syah wajib buat lakukan beribadah haji.

Kewajiban menjalankan beribadah haji untuk yang sanggup, dapat disaksikan lewat firman Allah SWT dalam surat Ali-Imran ayat 98, yang maknanya:

“Dan untuk Allah subhanahu wata’ala, harus untuk manusia untuk melakukan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98).

Untuk beberapa ulama, hukum dari haji ialah harus dan sudah disetujui bersama, dan untuk mereka yang di rasa sanggup, tetapi tidak menjaringnkannya, mereka terhitung golongan yang berdosa.

Sedang beribadah umrah mempunyai hukum sunnah muakkad, yang bagus bila dikerjakan oleh kaum muslim, tetapi bila tidak menjaringnkannya tidak jadi masalah.

2. Berdasarkan Rukunnya

Ketidaksamaan haji dan umrah yang selanjutnya bisa disaksikan berdasar rukunnya. Rukun dalam beribadah jadi pemasti syah atau tidaknya sebuah beribadah.

Hal itu terjadi dalam beribadah haji dan umrah apabila tidak dikerjakan, ibadahnya akan gagal dan tidak dapat ditukar dengan denda.

Sama seperti yang sudah dimengerti, beribadah haji mempunyai lima rukun yakni ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, dan menggunting rambut. Ke-5 rukun ini harus dilaksanakan untuk penuhi persyaratan syah beribadah haji.

Bila tidak dapat melakukan satu antara rukun itu karena satu dan lain perihal, nilai hajinya akan menyusut.

Sedang rukun umrah ialah niat ihram, tawaf, sa’i, dan menggunting rambut. Yang membandingkannya dengan haji ialah wukuf di Padang Arafah yang cuman harus dilaksanakan oleh jamaah haji.

3. Waktu Pelaksanaan

Ketidaksamaan di antara beribadah haji dan umroh selanjutnya ialah waktu penerapan. Sudah diketahui, beribadah haji cuman dilaksanakan sepanjang 1x dalam setahun dan dikerjakan oleh kaum muslim dari penjuru dunia.

Waktu beribadah haji lebih sempit diperbandingkan beribadah umrah. Beribadah haji cuman bisa dilaksanakan di awal bulan Syawal sampai di hari raya Iduladha pada bulan Dzuhijjah.

Sedang umrah berlainan dengan beribadah haji. Beribadah umrah bisa dilaksanakan kapan pun, tanpa rawan saat yang batasi.

4. Berdasarkan Kewajibannya

Ketidaksamaan beribadah haji dan umrah seterusnya adaalah kewajiban yang penting dilaksanakan saat menjalankan ke 2 beribadah itu.

Pada ke-2 beribadah itu, jamaah harus melakukan rangkaian ritus manasik, yang jika ditinggal tidak kurangi beribadah, tetapi harus ditukarnya dengan denda.

Ada lima kewajiban yang perlu dikerjakan oleh jamaah haji, yakni niat ihram dari miqat, batasan tempat yang sudah ditetapkan sesuai asal daerah jamaah, bermalam di Muzdalifah, bermalam di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, dan melemparkan jumrah.

Sedang kewajiban umrah cuman dua, yakni niat dari miqat dan menjauhi dari larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang semakin sedikit ini membuat penerapan beribadah umrah jadi lebih cepat usai dibandingkan haji.