Pengertian, Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Pengertian, Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Pengertian, Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Definisi Pelatihan

Menurut Nitisemito (1996:35), pelatihan atau pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan sikap, perilaku, keterampilan dan pengetahuan para pegawainya sesuai dengan keinginan perusahaan. Oleh karena itu, pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan dalam arti luas yang tidak hanya terbatas pada pengembangan keterampilan.

Menurut Carrell dan Kuzmits (1982: 282), pelatihan didefinisikan sebagai proses sistematis di mana karyawan mempelajari pengetahuan, keterampilan, kemampuan atau perilaku sehubungan dengan tujuan pribadi dan organisasi.

Menurut Drummond (1990: 63), ‘pelatihan’ berarti membimbing dan membimbing perkembangan peserta didik melalui pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dipelajari untuk memenuhi standar tertentu.

Menurut Simamora (1999: 345), pelatihan adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, pengalaman atau mengubah sikap diri sendiri.

Mangkuprawira (2003: 135) berpendapat bahwa pelatihan pegawai adalah suatu proses di mana pengetahuan dan keterampilan serta sikap tertentu ditransfer sehingga pegawai lebih berkualitas dan dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik sesuai standar. Dalam definisi lebih lanjut.
Mangkuprawira membuat perbedaan dalam hal pelatihan dan pendidikan. Pelatihan lebih terkait dengan pengembangan keterampilan profesional siap pakai, sedangkan pelatihan memberikan pengetahuan tentang topik tertentu, tetapi lebih umum dan terstruktur untuk jangka waktu yang lebih lama.

Moekijat (1991:2) mendefinisikan pelatihan sebagai suatu usaha yang bertujuan untuk menyesuaikan diri seseorang dengan lingkungannya, baik lingkungan di luar pekerjaan maupun lingkungan di dalamnya.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Menurut Carrell dan Kuzmits (1982: 278) tujuan utama pelatihan dapat dibagi menjadi lima bidang:

  1. Meningkatkan keterampilan karyawan sejalan dengan perubahan teknologi.
  2. Mempersingkat waktu pembelajaran bagi pegawai baru untuk menjadi kompeten.
  3. Untuk membantu masalah operasional.
  4. Mempersiapkan karyawan untuk promosi.
  5. Orientasikan karyawan untuk mengenal organisasi lebih baik

Menurut Procton dan Thornton (1983:4), tujuan pelatihan memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Untuk beradaptasi dengan kebutuhan bisnis dan perusahaan industri sejak hari kerja pertama.
  2. Bangkit sebagai kekuatan produktif dalam bisnis dengan mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang diperlukan.

Keuntungan yang Flippo (1988: 215) sebutkan dengan adanya pemagangan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Program pembangunan yang direncanakan akan bermanfaat bagi masyarakat dalam bentuk peningkatan produktivitas, peningkatan moral, biaya yang lebih rendah, dan stabilitas dan fleksibilitas yang lebih besar bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan tuntutan eksternal yang berubah.
  2. Program tersebut juga akan membantu memenuhi kebutuhan individu untuk menemukan pekerjaan yang berarti untuk karir seumur hidup.
  3. Pelatihan memiliki dampak yang luas pada proses personalia, karena manajemen personalia yang baik lebih bermanfaat bagi kedua belah pihak, baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan.

 

Peran Pelatihan

Smith (1997) dalam Irianto (2001:6) menambahkan bahwa pelatihan memegang peranan yang sangat penting bagi organisasi dan berkontribusi pada tiga masalah utama, yaitu:

  1. Pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
  2. Pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kualitas layanan ini: karyawan yang lebih terlatih tidak hanya lebih kompeten dalam pekerjaan, tetapi juga menyadari pentingnya tindakannya.
  3. Pelatihan dan pengembangan meningkatkan kemampuan organisasi untuk menangani perubahan; keberhasilan implementasi perubahan, baik organisasi teknis (dalam bentuk teknologi baru), produk baru yang strategis, pasar baru, dll.)

Hamalik (2001:13) mengatakan fungsi pelatihan adalah untuk meningkatkan kinerja peserta. Selain itu, pelatihan juga dimaksudkan untuk penyiapan kenaikan jabatan pada jabatan yang lebih kompleks dan sulit, serta penyiapan tenaga kerja untuk jabatan yang lebih tinggi.

Menurut Siagian (1998:184), pelatihan dapat membantu karyawan membuat keputusan yang lebih baik, meningkatkan keterampilan mereka dalam bekerja, mengurangi stres dan meningkatkan kepercayaan diri.
Informasi tambahan tentang program yang diperoleh melalui pelatihan dapat digunakan sebagai proses pertumbuhan intelektual untuk mengurangi rasa takut akan perubahan di masa depan.

Sumber Rangkuman Terlengkap : SarjanaEkonomi.Co.Id