Pengertian Observasi Beserta Contohnya

Ketahui, Apa itu Observasi, Ciri-ciri, dan Jenis-jenisnya

Apa itu observasi? Ya, mungkin masih ada sebagian dari masyarakat yang belum terlalu familiar dengan istilah observasi. Pada dasarnya, observasi merupakan sebuah kegiatan maupun aktivitas untuk mengamati serta mencermati sesuatu hal agar mendapatkan kesimpulan.

Dalam pandangan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), observasi itu adalah sebuah peninjauan yang dilakukan dengan cermat. Menariknya lagi, observasi juga bisa kita temui didalam bidang kesenian dengan tujuan untuk membantu mengembangkan imajinasi actor.

Sedangkan observasi dalam bidang penelitian bertujuan untuk memecahkan atau menyelesaikan semua penelitian tersebut. Lebih dari itu, bahkan observasi bisa diartikan sebagai instrument penelitian melalui cara mengumpulkan data yang nantinya akan diamati secara langsung di tempat kejadian.

Secara garis besar, observasi dalam kegiatan penelitian akan mencakup beberapa hal, yakni pengamatan, perekaman, perhitungan, pengukuran, hingga pencatatan agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Pengertian Observasi Menurut Beberapa Para Ahli

  • Suharsimi Arikunto

Suharsimi Arikunto menyebutkan bahwa observasi merupakan pengamatan langsung pada sebuah objek yang ada di lingkungan, untuk meliput beragam aktivitas perhatian terhadap kajian objek dengan menggunakan panca indera.

  • Nawawi & Martini

Observasi merupakan suatu kegiatan pengamatan yang disertai dengan pencatatan secara tersusun. Hal itu terdiri dalam beberapa unsur yang muncul pada fenomena objek yang ditelitinya. Sehingga hasil dari proses penelitian akan berbentuk laporan yang sistematis serta sesuai dengan kaidah yang berlaku.

  • Hanna Djumhana

Observasi adalah bentuk metode ilmiah yang masih menjadi patokan dalam ilmu pengetahuan empiris dengan tujuan untuk mengumpulkan data.

Ciri Khas Observasi

Menurut informasi yang didapat, ada beberapa factor yang menjadi ciri khas dari kegiatan observasi. Adapun mengenai ciri-ciri observasi yang dimaksud seperti di bawah ini:

  • Jenis dan besar sampel harus ditentukan
  • Sebuah pengamatan wajib reliabel serta valid
  • Hasilnya harus jelas diketahui apa yang ingin diamati
  • Perilaku sebuah objek yang akan diamati sudah dibuat ke dalam kategori tertentu
  • Unit yang digunakan dalam pengukuran perilaku wajib ada
  • Derajat penarikan kesimpulan yang digunakan harus jelas diketahui.

Jenis-jenis Observasi

  1. Observasi Partisipasi

Jenis observasi pertama yang akan dibahas adalah Observasi Partisipasi. Ya, jenis observasi yang satu ini biasanya dilakukan oleh para peneliti dengan cara melibatkan langsung dirinya ke dalam lingkungan yang akan dijadikan objek penelitian.

Akan tetapi, Observasi Partisipasi juga terbagi lagi kedalam dua kategori berbeda, yakni Observasi Partisipasi sebagian dan Observasi Partisipasi penuh.

  1. Observasi Non Partisipasi

Lain halnya dengan Observasi Non Partisipasi, yang mana kegiatan ini dilakukan oleh peniliti tanpa melibatkan dirinya ke sebuah objek pengamatan. Meski tidak terjun ke lapangan, namun mereka masih tetap bisa mendapatkan informasi ataupun gambaran seputar objek yang diamati.

Apa Tujuan Observasi?

  • Untuk menggambarkan sebuah objek dan semua yang berkaitan dengannya melalui penelitian menggunakan panca indera
  • Guna mendapatkan sebuah kesimpulan seputar objek yang dikaji. Sebab, kesimpulan tersebut nantinya akan disusun di dalam suatu laporan yang relevan dan bermanfaat sebagai bahan pembelajaran
  • Untuk mendapatkan suatu data maupun informasi yang bisa dibagikan kepada pihak lain dalam bentuk karya ilmiah atau non ilmiah
  • Untuk memungkinkan orang lain agar lebih mudah lagi dalam memahami hasil penelitian serta bagaimana akan di interpretasikan
  • Untuk mencatat tentang kondisi yang tidak bisa direplikasikan pada suatu eksperimen
  • Untuk mejelaskan sebuah peristiwa dan bisa diuji kualitasnya, serta memicu spekulasi seputar peristiwa yang berkaitan dalam aturan nyata.