Pelaku UMKM Kudus Meriahkan Bazar di Hari Kartini

ISK KUDUS, Lingkarjateng.id – Bertepatan dengan Hari Kartini ke-144, PT. Nojorono Tobacco International bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus menggelar Bazar UMKM dengan tema “Wanita Berkarya” yang mengusung konsep Heritage Kudus di halaman Pendopo Kudus, Kamis (21/4).

20 Perempuan Pelaku UMKM Kudus Meriahkan Bazar di Hari Kartini

Bazar UMKM dengan tema “Wanita Berkarya” ini dilaksanakan untuk mengapresiasi peran dan dedikasi perempuan yang menghasilkan karya baik untuk diri sendiri maupun masyarakat. Dengan konsep Heritage Kudus, para perempuan pelaku UMKM yang mengikuti bazar ini merupakan perempuan penghasil produk yang mencerminkan Kota Kudus.

 

“Bazar UMKM ini sendiri mengusung tema “Wanita Berkarya” untuk mengapresiasi para perempuan di Hari Kartini ini. Selain itu, mengangkat konsep Kudus Heritage, yang mana produknya mencerminkan Kota Kudus seperti produk parijoto, batik kudus, hasil logam dari Hadipolo, dan ada kelompok makanan dan minuman khas Kudus,” kata CSR Officer PT Nojorono Tobacco International, Ratna Novita Sari, Kamis (21/4).

 

Dukung UMKM Bangkit, Bupati Kudus Upayakan Peserta Pelatihan BLK Terima Bantuan Alat

 

Ratna mengatakan, Bazar UMKM yang diikuti oleh 20 perempuan pelaku UMKM ini digelar selama satu hari saja, pada hari Kamis tanggal 21 April 2022, mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. 

 

Tak hanya menyediakan stand untuk berjualan, pihaknya juga menyediakan stand konsultasi UMKM yang dimaksudkan untuk membantu para pelaku UMKM Kudus yang masih kesulitan dalam mengurus perizinan. 

 

“Jadi kami bekerja sama dengan Disnaker, dalam hal ini kami juga menyediakan stand untuk membantu para pelaku UMKM yang kesulitan baik perizinan maupun lainnya,” jelasnya.

 

Selain mengapresiasi dedikasi para perempuan, Ratna menyampaikan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu meningkatkan akses pemasaran para pelaku UMKM dan juga menambah pelanggan bagi para pelaku UMKM.

Sanggar Tari Karya Widya Budaya Kudus, Komitmen Lestarikan Tari Klasik

“Jadi kami sendiri memiliki Corporate Social Responsibility (CSR) yang mana salah satu fokusnya di UMKM. Dalam hal ini, Nojorono membantu UMKM bekerja sama dengan Pemkab untuk meningkatkan kelasnya, meningkatkan akses pemasaran, dan menambah pelanggan,” tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, pelaku UMKM yang mengikuti bazar ini merupakan UMKM yang sudah memiliki legalitas usaha dan produk makanan sudah berizin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) serta dinyatakan halal.

 

“Untuk yang UMKM pemula dan yang legalitas usahanya atau NIB-nya (Nomor Induk Berusaha) belum berbasis risiko, di upgrade migrasi ke NIB RBA (Risk Based Approach) dibantu prosesnya oleh sukarelawan pendamping UMKM dari Garda Transfumi, sekaligus berkonsultasi masalah legalitas usaha. Sebagian besar pengisi stand ini diambil dari kelompok-kelompok UMKM,” ungkapnya. (Lingkar Network | Alifia Elsa Maulida – Koran Lingkar)