Merencanakan Hari Pensiun dengan Mudah

Merencanakan pensiun bisa jadi hal yang belum bahkan tidak terpikirkan oleh sebagian pekerja. Utamanya mereka yang masih berusia dibawah 30 tahun. Kenyataanya, pensiun bisa jadi hanya menjadi mimpi bagi pekerja jika tidak mulai menyiapkannya sejak dini. Apalagi jika merencanakan pensiun tak pernah masuk dalam anggaran gaji yang diterima setiap bulan.

Rilis survey yang dilakukan oleh HSBC, dari 195.000 responden seluruh dunia sebanyak 65% mereka yang berusia 45 tahun keatas hanya bisa bermimpi untuk bisa menikmati masa pensiun dalam lima tahun kedepan. Namun, 37% diantaranya kesulitan lantaran masih harus berkutat pada masalah finansial. Khusus di Indonesia, hanya 58% responden yang memiliki mimpi ingin pensiun. Kenapa pensiun hanya bisa menjadi mimpi?. Sebanyak 64% responden menyatakan tidak memiliki dana pensiun yang cukup. Ironisnya, 24% sisanya tidak bisa pensiun lantaran terjerat banyak utang.

Pensiun merupakan masa yang akan dihadapi oleh semua orang. Termasuk para pekerja yang kini tengah menengguk penghasilan bulanan yang diterima dari gaji. Perlu disadari, saat pensiun tiba Anda tidak akan lagi menerima penghasilan karena tidak bekerja. Tetapi biaya hidup tetap terus berjalan. Inilah tantangan yang harus dihadapi ketika seseorang masuk masa pensiun. Jika tidak ingin masa pensiun justru membuat Anda kekurangan uang dan bergantung pada anak-anak Anda nantinya, ada baiknya mulai mengatur gaya hidup dan mencicil dan pensiun Anda.

Langkah Mudah Merencanakan Pensiun

Memang disarankan menyiapkan pensiun sejak pertama kali mulai masuk dunia kerja. Kebutuhan pensiun menjadi perhatian pemerintah dengan menelurkan regulasi dalam dunia tenaga kerja. Program BPJS Ketenagakerjaan mendorong karyawan secara disiplin untuk menyiapkan dana pensiunnya. Namun apakah itu saja cukup?, simak langkah-langkah mudah dalam menyiapkan pensiun

Rencanakan Jangka Panjang

Anda boleh berkata masa pensiun masih 20-25 tahun lagi. Tetapi menunda merencanakan pensiun akan membuat cicilan dana pensiun Anda semakin membengkak. Inilah keuntungan yang bisa didapatkan jika Anda merencanakan pensiun dalam jangka panjang.

Jika masih berusia dibawah 30 tahun, setidaknya Anda punya waktu hingga 25 tahun kedepan untuk menyiapkan dana pensiun. Semakin panjang masa pensiun Anda semakin kecil cicilan dana pensiun yang disiapkan. Keuntungan lain, Anda bisa memilih produk keuangan dengan risiko lebih agresif agar memperoleh imbal hasil yang lebih menarik.

Baca Juga : Gaji Karyawan

Mulai Langkah Konkrit Dengan Menabung

Jika Anda bisa menyisihkan gaji Anda setiap bulan dengan menabung, ini merupakan langkah awal yang baik. Menabung adalah adalah langkah awal Anda merencanakan dana pensiun. Idealnya, sisakan 10% dari gaji yang diterima sebagai tabungan guna menyiapkan dana pensiun.

Meskipun hanya 10% dari gaji, jika dimulai dari dari usia yang masih muda dan jangka waktu pensiun yang masih lama jumlahnya bisa terus berkembang. Terlebih lagi jika produk keuangan yang digunakan untuk menyiapkan dana pensiun memberikan imbal hasil yang besar.

Buat & Mulai Merencanakan Pensiun Dalam Keadaan Sehat

Jangan tunggu memikirkan untuk menyiapkan dana pensiun ketika kesehatan Anda mulai terganggu. Saat masih sehat dan bugar, itulah saat terbaik untuk mulai mencicil dana pensiun Anda. Tak lain karena keuangan Anda tidak terganggu dan terbebani oleh biaya kesehatan.

Jika kesehatan Anda sudah terganggu dan baru memikirkan pensiun, maka persiapan untuk dana pensiun akan terganggu oleh biaya pengobatan. Hal penting lain, menjaga kesehatan juga bagian penting dalam investasi untuk pensiun.

Gunakan Strategi Yang Tepat

Jika sudah memiliki rencana pensiun dan bisa menyisihkan gaji bulanan, langkah selanjutnya adalah mengatur strategi yang tepat. Jika hanya mengandalkan tabungan saja guna mengumpulkan dana pensiun, jelas hasilnya tidak akan maksimal. Yang terjadi dana pensiun Anda akan terasa menguap karena melawan inflasi.

Jika masa pensiun masih panjang, diatas 10 tahun misalnya, gunakan produk keuangan yang memiliki risiko agresif. Misalnya, saham, reksadana saham, atau terjun dibisnis dan properti. Namun, jika masa pensiun sudah kurang dari 5 tahun alihkan pada produk keuangan yang minim risiko, misalnya Deposito, dan Reksadana Pasar Uang.

Strategi yang tepat juga harus digunakan setelah dana pensiun Anda tercukupi. Misalnya, saat Anda pensiun dana pensiun yang dikumpulkan telah mencapai Rp 2 miliar. Alangkah baiknya, dana tersebut bisa dikembangkan dan diputar agar memiliki nilai lebih. Misalnya diinvestasikan dalam bentuk obligasi ritel atau sukuk ritel yang nilai kuponnya bisa digunakan untuk biaya hidup. Sehingga dana pensiun yang dikumpulkan tetap bisa berkembang namun tetap aman.