Mengenal Perkembangan Bayi Prematur Setelah Kelahiran

Mengenal Perkembangan Bayi Prematur Setelah Kelahiran

Kejadian kelahiran yang kerap terjadi adalah bayi lahir prematur. Dimana kelahiran bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum waktunya. Bayi akan lahir sebelum tanggal yang ditetapkan. Biasanya bayi akan lahir pada usia kandungan 37 minggu. Sedangkan bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu tersebut.

Perkembangan bayi prematur akan terhenti pada suatu fase tertentu. Sehingga saat dilahirkan bayi prematur akan memiliki ukuran yang berbeda dengan bayi normal pada umumnya. Bayi prematur akan lahir lebih kecil dibandingkan dengan bayi pada kelahiran normal. Hal tersebut dikarenakan perkembangan bayi prematur belum cukup matang. Maka dari itu, saat telah melihat dunia bayi prematur akan mengalami masa inkubasi terlebih dahulu.

Perkembangan bayi prematur  akan terhenti pada suatu masa atau fase pertumbuhan tertentu. Hal tersebut menyebabkan bayi prematur akan rentan terhadap berbagai virus dan bakteri. Sehingga perlu perawatan khusus selama masa perkembangannya. Terlebih, bayi prematur akan cenderung mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Sebab, beberapa organ dalam tubuhnya belum berkembang dengan sempurna.

Perkembangan bayi prematur yang terhenti dapat dijelaskan dalam beberapa hal. Organ pada bayi prematur seperti jantung dan paru – paru belum sepenuhnya terbentuk sempurna. Sehingga bayi akan mudah mengalami masalah pernapasan dan masalah lainnya. Tetapi kondisi ini dapat dilalui dalam beberapa minggu kehidupan bayi selama mengkonsumsi nutrisi yang baik. Salah satunya adalah melalui konsumsi ASI eksklusif.

Perkembangan bayi prematur yang belum sempurna juga berpengaruh terhadap berat dan juga ukuran bayi. Biasanya bayi prematur akan memiliki berat kurang dari 2,5 kg. Selain itu, panjang bayi prematur biasanya kurang dari 46 cm. Ukuran bayi prematur yang cukup kecil tersebut membuat bayi prematur membutuhkan nutrisi yang baik dan cukup selama perkembangannya. Sehingga butuh pemantauan intensif selam perkembangan bayi tersebut.

Perkembangan bayi prematur juga terlanjur melambat. Dimana bayi prematur biasanya cenderung sukar menyusu kepada ibunya. Sehingga terkadang bayi prematur menggunakan botol susu untuk menyusu selama perkembangannya. Selain itu, bayi prematur akan cenderung melambat pertumbuhannya dan terkadang sukar menelan makananya sendiri. Bayi prematur membutuhkan pengawasan dan juga perhatian yang lebih selama masa perkembangan bayi prematur.

Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung dan juga memberikan yang terbaik selama perkembangan bayi prematur. Salah satunya melalui pola asuh, pola asah dan pola asuh. Hal tersebut dapat didukung dengan pemberian ASI yang cukup dan juga beragam nutrisi lainnya selama perkembangannya. Pemberian imunisasi juga merupakan salah satu langkah dalam mendukung kesehatan dan perkembangan bayi prematur. Selain itu, pemberian nutrisi dari luar seperti susu formula sebagai susu pendamping ASI juga dapat diberikan selama masa pertumbuhan bayi.