LAWAN VIRUS CORONA DAN BANGKIT BERSAMA PADI UMKM

 

Memang di tahun 2020 ini, sepanjang tahun penuh dengan awan kelabu yang menutupi cahaya matahari dengan berbagai berita yang tidak mengenakan. Mulai dari virus corona, bagaimana mematikannya virus itu hingga saat ini telah memakan korban jutaan jiwa di berbagai belahan dunia.

Di Indonesia sendiri, virus ini telah memakan korban sebanyak kurang lebih 70 ribu jiwa dari total kurang lebih 500 ribu kasus. Dan data yang ada, perhari rata-rata ada 5 ribu kasus. Angka ini perlu ditekan dengan berbagai kebijakan dan inisiasi yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Banyak sekali dampak yang diberikan oleh virus corona. Yang paling terasa tentu oleh masyarakat Indonesia, khususnya UMKM. Sebanyak 47% UMKM menutup usahanya setelah tidak berhasil menyelamatkan diri di tengah wabah ini. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan agar UMKM dapat bangkit dengan cepat.

Memang dukungan pemerintah kepada UMKM sangatlah dibutuhkan, apalagi di tengah pandemi wabah virus corona ini. Memang kondisi UMKM di tahun ini sangat berbeda dengan tahun 1998 dimana Indonesia juga mengalami krisis ekonomi. Pada tahun itu, justru UMKM dapat bertahan di tengah kondisi yang sangat tidak kondusif.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian BUMN menginisiasi lahirnya PaDi UMKM. Untuk pengadaan barang dan jasa BUMN dengan nominal maksimal Rp14 milliar akan diprioritaskan kepada UMKM melalui PaDi UMKM. PaDi UMKM juga diharap menjadi jalan bagi UMKM untuk memperluas akses pasar hingga tahap internasional.

Selain PT. Telkom Indonesia, delapan BUMN lainnya seperti Pembangunan Perumahan (PP), Waskita Karya, Wijaya Karya (Wika), Pupuk Indonesia (PI), PT. Pertamina, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) akan bertindak sebagai pengarah pada delapan kelompok kegiatan UMKM. Termasuk juga di dalamnya UMKM yang diasuh dalam program pembinaan Rumah BUMN dan Community Development Center (CDC) tiap-tiap BUMN.

Untuk program pembiayaan/penyedia dana UMKM di fase awal ini akan disiapkan oleh BRI, Pegadaian dan PNM. Nantinya akan dikembangkan oleh BUMN Perbankan (Bank Himbara) dan lembaga keuangan lainnya di dalam fase berikutnya.

PaDi UMKM ini nantinya akan menjadi tempat transaksi pengadaan barang dan jasa BUMN kepada UMKM. Diharapkan UMKM dapat menyerap anggaran besar BUMN dalam pengadaan barang dan jasa agar bisa meningkatkan perekonomian nasional. Ada 8 kategori utama yang ditawarkan oleh PaDi UMKM kepada BUMN, mulai dari material konstruksi; jasa renovasi & konstruksi; jasa ekspedisi & pengepakan; pengadaan & sewa peralatan mesin; jasa perawatan peralatan & mesin; jasa iklan; pengadaan & sewa furniture; dan terakhir jasa catering & snack.

Diharapkan semua UMKM yang ada di Indonesia dapat bergabung ke dalam PaDi UMKM. Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, banyak sekali tentunya keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika bergabung dengan Pasar Digital UMKM.

  1. Berpotensi mendapatkan transaksi dari BUMN dalam skala yang besar
  2. Berpotensi mendapatkan pinjaman dengan hanya mengajukan invoice
  3. Produk dapat dilihat oleh calon pembeli BUMN se-Indonesia