Kenali 5 Panduan Mengontrol Kontan Flow Usaha Sepanjang Kritis

Jangankan pada kondisi ekonomi yang melawan, pada keadaan ekonomi yang prospektif juga, pengendalian aliran kas bukan hal gampang. Oleh karena itu, lumrah saja jika beberapa pemilik usaha yang kesusahan mengelolanya pada periode kritis karena COVID-19 ini.

Rerata usaha kecil cuman mempunyai kontan untuk tutupi operasional usaha sepanjang sebulan. Walau sebenarnya, minimum usaha mempunyai dana untuk cadangan operasional 3-6 bulan di depan bila ingin aman.

Kenali 5 Panduan Mengontrol Kontan Flow Usaha Sepanjang Kritis

Sepanjang wabah, pengendalian dana itu tentu jadi lebih susah. Karena penghasilan menyusut, pengendalian upah, ongkos operasional, dan ongkos yang lain dapat berasa lebih melawan. Karenanya, kami coba meringkas panduan mengurus aliran kas untuk beberapa pemilik usaha.

Menggunting ongkos operasional saat kritis

Jika kritis yang terjadi karena wabah ini turunkan penghasilan, hal pertama kali yang perlu dilaksanakan ialah menggunting ongkos operasional. Tetapi, bagaimanakah cara memotong operasional tanpa mempengaruhi usaha keseluruhannya?

Mulai dari hitung keseluruhnya ongkos yang dikeluarkan oleh usaha, dimulai dari upah, ongkos sewa, supply bahan baku, dan sebagainya. Selanjutnya, pikirkan ongkos yang mana paling penting untuk usaha.

Pada kondisi normal, kamu kemungkinan susah memilih untuk menggunting ongkos operasional. Namun, pada keadaan genting pasti kamu perlu mempunyai langkah pandang yang lain.

Karenanya, kamu perlu memaksimalkan dana untuk pembelanjaan yang jelas akan menyangga pemasaran atau datangkan keuntungan. Menunda dahulu pengeluaran yang tidak fundamental seperti perbaikan gerai atau tambahan pegawai.

Bila kamu sekarang ini sewa kantor, tapi pegawai sedang work from home, pikirkanlah untuk mengaplikasikan mekanisme remote sepanjang keadaan belum sembuh. Dengan demikian, kamu dapat mengirit operasional karena tidak harus bayar ongkos sewa.

Disamping itu, kamu dapat mengirit ongkos dengan hentikan iklan berbayar untuk beberapa waktu. Di lain sisi, gunakanlah tool marketing gratis yakni sosial media.

Sampaikan rileksasi hutang

Biasanya, beberapa biaya masih tetap sebagai beban terberat untuk usaha, khususnya di tengah-tengah keadaan yang serba tidak pasti. Sama seperti yang sudah dijumpai, selama saat kritis karena COVID-19 ini pemerintahan sudah menghimbau pemerlakukan rileksasi.

Maka kamu dapat mencoba ajukan rileksasi ke bank bila usahamu mempunyai utang modal dari bank. Jika disepakati, bank dapat memberi wujud rileksasi yang bermacam. Misalkan, penangguhan pembayaran angsuran, pembayaran dasar hutang saja, atau pengurangan bunga utang.

Untuk kamu yang dikasih credit oleh penyuplai, hal sama berlaku untuk hutang ke vendor. Agar bagaimana juga, penyuplai gantungkan usahanya ke customer, satu diantaranya usahamu, hingga memungkinkan untuk dilaksanakan perundingan.

Sampaikanlah rileksasi hutang meskipun tidak begitu panjang. Keluasan sepanjang beberapa minggu saja memberikan ruangan untuk usaha untuk mempersiapkan dana.

Sesuaikan taktik untuk datangkan penghasilan

Ada pengurangan cash flow memaksakan kamu untuk mengecek keseluruhnya proses usaha, terhitung konsentrasi dan taktik usaha. Berikut waktunya kamu menimbang cara untuk datangkan penghasilan, walau cara itu awalnya tidak ada pada gagasan.

Misalkan, untuk kamu pemilik warung kopi yang sebelumnya konsentrasi pada pemasaran paket promosi dine in, kemungkinan perlu menimbang perubahan ke ranah digital. Maksimalkan kerja-sama dengan service pesan antara, memasuki pemasaran di e-commerce, atau menambahkan produk yang lebih prospektif di keadaan sekarang ini.

Mempercepat akseptasi uang

Karena permasalahan yang ditemui ialah terhambatnya cash flow, semakin cepat uang diterima, semakin cepat juga masalah itu terselesaikan. Belajar dari Tesla, percepat akseptasi uang nampaknya cukup efisien.

Tesla sendiri melakukan dengan buka pre order. Nach, untuk usaha lewat produk yang dapat mengaplikasikan mekanisme pra pesan, langkah ini pantas dicoba. Dengan begitu, kamu dapat selekasnya terima uang dan terjadi putaran kas.

Tetapi, untuk usaha yang tidak dapat mengaplikasikan mekanisme pre order, kamu bisa jual voucer berlangganan. Misalnya, kamu mempunyai usaha jual sayur fresh yang mulai mengaplikasikan mekanisme pemasaran online. Kamu dapat jual voucer sebesar 150 ribu rupiah dan konsumen setia memiliki hak belanja 5 kali dengan nominal masing-masing 30 ribu rupiah.

Pada tiap pembelanjaan, konsumen setia cukup memperlihatkan voucer itu sebagai alternatif pembayaran. Langkah ini memang lumayan beresiko, tapi selainnya percepat akseptasi kontan, langkah ini masih tetap mempunyai potensi datangkan keuntungan.

Pertama, kamu pasti mendapat keuntungan dari margin atau beda harga. Kekuatan keuntungan yang lain, paket 5 kali berbelanja itu, belum pasti customer menggunakan semuanya. Hal sama bisa kamu aplikasikan dalam usaha car wash, salon, atau cafe dan restaurant.

Cari modal tambahan

Jika ke-4 langkah di atas masih tidak dapat menangani masalah cash flow yang kamu temui, kemungkinan kamu memang memerlukan suntikan tambahan dana. Untuk pemilik usaha kecil, cari modal tambahan usaha memanglah tidak gampang.

Banyak usaha terhalang dengan portofolio yang terbatas hingga susah mendapat keyakinan dari investor. Tetapi, sekarang ini aktor usaha bisa mulai cari utang modal dari bank lewat beberapa program khusus.

Biasanya, program khusus itu memberi kemudahan proses dan peraturan yang berpihak pemilik usaha micro, kecil, dan menengah. Misalkan, bunga utang yang rendah dan tenor yang disamakan dengan kekuatan pemilik usaha.

 

Baca Juga: ide bisnis untuk kaum milenial

informasi selengkapnya kunjungi : website belajar bisnis online