Format Penulisan Jurnal Sinta

Nah, jika Anda ingin tahu seperti apa Format Penulisan Jurnal Sinta, artikel ini cocok untuk Anda. Tonton sampai habis!

10 Format Penulisan Jurnal Sinta Yang Harus Anda Ketahui!

Baca Juga: Publikasi Jurnal Sinta

Cara menulis buku harian baru adalah sebagai berikut.

 

  1. Judul artikel

Tulisan pertama saya untuk Sinta Journal adalah menulis judul artikel.

Untuk judul, hilangkan singkatan, nama peraturan perundang-undangan, nama subjek penelitian dan lokasi penelitian, serta beri judul yang menarik dan provokatif yang mengungkapkan isi dan hasil.

  1. Ringkasan

Artikel kedua di Jurnal Sinta adalah ringkasan. Ini adalah bagian terpenting dari buku harian. Abstrak adalah inti dari penelitian. Reviewer membaca artikel terlebih dahulu.

  1. Kata kunci

Selain abstrak, ada beberapa kata kunci yang harus diperhatikan dengan seksama. Kata kunci ini sangat penting untuk mengetahui arah pembahasan jurnal kedepannya.

  1. Pendahuluan

Bagian pertama dari buku harian. Bagian ini menjelaskan bagaimana jurnal dibahas.

5. Metode penelitian

Hal selanjutnya yang harus ditulis dalam jurnal Synta adalah metode penelitian. Dengan metode penelitian ini, Anda perlu memastikan bahwa metode yang digunakan dalam penelitian Anda sudah benar.

  1. Hasil dan diskusi

Saat menulis jurnal, hasil dan diskusi penting untuk memahami arah penelitian. Hasil dan pembahasan juga sangat penting untuk memahami hasil penelitian ini. 7. Diskusi

Tujuan penulisan buku harian Shinta adalah bagian diskusi.

Pembahasan pada bagian diskusi penting dilakukan agar jurnal mudah dipahami. Untuk itu, bagian ini membutuhkan gambaran yang jelas.

8. Kesimpulan

Tentu saja, kesimpulannya menyusul di jurnal. Penulisan jurnal Cinta pada bagian terakhir ini memerlukan pertimbangan yang matang agar pembaca dapat dengan mudah memahami jurnal tersebut.

  1. Ucapan Terima Kasih

Selain ucapan terima kasih terakhir, jangan lupa untuk menulis jurnal Shinta. Ucapan terima kasih biasanya mencakup banyak kontributor untuk proses produksi jurnal. 10. Referensi

Penulisan Jurnal Shinta yang terakhir adalah format Penulisan Jurnal Shinta.

Tidak kurang dari yang lain. Referensi penting untuk membuat jurnal Anda lebih dapat diandalkan. Jadi Anda bisa menambahkan beberapa referensi yang digunakan untuk menulis jurnal Anda.

Kesimpulan

Nah, cukup sekian pembahasan hari ini tentang format penulisan Jurnal Sinta. Semoga bermanfaat dan bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Terima kasih banyak!