Apa kemampuan yang perlu dipunyai bila bekerja di bagian sales?

 

 

Dalam pemikiran customer, mereka benar-benar inginkan tatap muka yang positif dan sangat berharga bila salesperson mendekati. Untuk membuat kesan-kesan yang bagus, salesperson harus mempunyai pengetahuan yang bagus berkenaan produk dan customer tersebut, dan mengomunikasikannya secara persuasif dibarengi perundingan.

 

Lead Squared membuat kategorisasi kekuatan yang perlu kamu kuasai bila kamu bekerja di bagian ini sebagai salesperson

  1. Hard kemampuan
  2. Lakukan prospect

Lakukan prospect pada calon customer atau calon client sebagai taktik awalan yang biasa dilaksanakan oleh salesperson. Langkah yang mereka kerjakan dengan penelitian sasaran pasar, atau lakukan cold-calling dan cold-email. Dengan prospect semacam ini, salesperson bisa tentukan siapa customer bisa dipepet, hingga mereka memperoleh penawaran sesuai keperluannya.

 

Pasarkan produk sesuai nilai (value)

Sebagai salesperson yang pekerjaan intinya ialah jual produk, tentu saja harus pahami peranan, keunggulan, dan nilai apa yang nanti dapat dirasa oleh calon customer. Bila beberapa sales tidak dapat menerangkannya secara baik, khususnya pada nilai produk, customer dapat pergi demikian saja seperti lakukan ghosting ke figur yang PDKT-in kamu.

 

Pengetahuan mengenai pesaing

Bukan Hanya pekerjaan seksi marketing (pemasaran) saja yang perlu pahami pesaing. Team sales harus mempunyai pengetahuan pada pesaing yang hendak diperlukan saat lakukan pemasaran ke customer. Dengan memercayakan analitis SWOT, salesperson bisa menganalisa kemampuan dan kekurangan produk kompetitor. Selanjutnya, mereka dapat menganalisa kemampuan dan nilai yang berada di produk yang hendak dipasarkan.

 

Pengetahuan figur customer

Istilah audiens figur cukup menempel di departemen pemasaran dalam tentukan sasaran pasar. Hal itu dilaksanakan oleh team sales untuk membikin bagus konsumen profil yang berisi info demografis, psikografis, geografis, sikap. Karena maksudnya untuk mengevaluasi bagaimana sikap dan penglihatan calon customer dalam memakai produk, info berbentuk rintangan, apa yang membuat mereka frustasi, dan jalan keluar dapat dipertambah ke lembar profile itu.

 

Pitching

Pitching sebagai salah satunya langkah untuk menarik calon client dengan lakukan presentasi beragam gagasan untuk tingkatkan minat kerja sama dengan perusahaan dengan singkat. Pitching dilaksanakan dalam tatap muka terbuka di antara salesperson dan calon client dengan sama-sama berunding berkenaan nilai yang ingin dirasa client, dan sales lakukan penawaran produk atau service.

 

Merajut jalinan dengan customer atau client

Bila salesperson telah sukses menarik beberapa customer atau client untuk memakai produk atau service, mereka harus tetap bertanggungjawab untuk menjaga jalinan. Langkah termudah dengan lakukan follow-up berkaitan masalah dan keringanan yang dirasa customer atau client, keinginan customer, dan jadikan customer sebagai konsumen setia karena pembelian berulang-ulang. Karena itu, saat kamu jadi sisi dari sales, kekuatan pepet lagi hingga sayang ini harus diaplikasikan ke customer setia, ya!

 

Closing pada pemasaran

Berdasar data dari Lead Squared, rintangan terbesar yang sudah dilakukan karyawan sales ialah lakukan closing. Sekitar 36% karyawan sales mengutarakan bila closing jadi rintangan yang berat dibanding dengan lakukan prospect dan kwalifikasi customer. Saat lakukan closing pemasaran, team sales membuat apa pemasaran dalam masa tertentu bisa penuhi sasaran. Bila tidak sesuai dengan, karena itu ada sesuatu hal yang perlu mereka pertanggung jawabkan.

 

Soft kemampuan

Persuasi

Di dunia sales, persuasi jadi kekuatan yang perlu dipakai tiap lakukan penawaran dan pemasaran, baik itu lewat virtual lewat tatap muka online, tatap muka bertemu muka, atau memakai usaha chat dan e-mail.

 

Menurut Padma Ramakrishna, sekitar 33 pakar marketing mengatakan bila persuasi bisa tingkatkan pemasaran, menjaga keyakinan customer, dan membuat pendekatan emosional dengan customer atau client.

 

Perundingan

Saat lakukan penawaran, customer atau client memungkinkannya untuk mengulur waktu karena ingin membuat pemikiran. Disamping itu, mereka memungkinkannya untuk membikin penampikan. Nach, kemampuan perundingan ini yang perlu digunakan oleh beberapa karyawan sales untuk mengganti pemikiran mereka sampai ke tahapan pembelian. Contoh simpel dari perundingan ialah tawar menawar, dapat berbentuk harga, penawaran promosi, dan keunggulan dan faedah produk yang membuat customer jadi tidak melipir ke produk lain.

 

Dengarkan masukan customer

Team sales jadi garda paling depan usaha di depan customer. Bila customer mempunyai masalah dan permasalahan yang ditemui dengan memakai produk, tentunya dia akan mengontak faksi sales yang pertama kalinya tawarkan produk.

 

Oleh karena itu, kekuatan dengarkan masukan customer ini harus kamu kuasai. Persiapkan beberapa pertanyaan yang kiranya terjawab oleh customer sebagai kritikan dan anjuran, selanjutnya kamu bikin atur untuk kebutuhan perubahan produk dan service.

 

Berpikiran krisis

Kekuatan ini berlaku di semua sektor tugas, terhitung sales. Berpikiran krisis perlu kamu punyai sebagai karyawan di bagian sales sepanjang proses persuasi, perundingan, sampai minta masukan produk ke customer.

 

Di dunia sales, berpikiran krisis ini jadi penyelamat bila customer mendapati masalah yang dirasa oleh produk lain, bahkan juga produk yang sales pasarkan dengan berunding. Dari dialog itu, beberapa salesperson dapat memberikan alternative penawaran produk, promo, atau garansi supaya customer tidak pergi untuk memakai produk lain.

Baca juga: lagu jepang romantis

heroic – website informasi pendidikan sehari hari