5 Cara Agar Menabung Tidak Hanya Jadi Wacana di 2021

Selain janji ketemu teman yang diatur dari lama, menabung juga masuk dalam aktivitas yang seringnya hanya jadi wacana. Berbagai alasan kerap melatarbelakanginya, mulai dari kebutuhan yang nggak habis-habis, sampai godaan flash sale di berbagai e-commerce populer. Kalo kamu, termasuk yang mana nih?

Padahal, menabung itu punya dampak yang nggak klise, lho. Sewaktu-waktu butuh dana darurat untuk kebutuhan mendesak, akan lebih enak kalo punya tabungan dibanding harus pinjam sana sini. Lebih jauh lagi, menabung adalah salah satu cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan finansial dan mewujudkan impian, baik jangka pendek, maupun jangka panjang.

Mumpung 2021 baru jalan 2 bulan, masih ada 10 bulan lagi untuk membuktikan bahwa kamu bisa menabung. Jangan sampai tahun ini jadi wacana lagi. Yuk konsisten dan komitmen menabung melalui 5 cara berikut:

Miliki 1 goal jangka pendek yang sangat ingin dicapai

Banyak orang butuh motivasi dalam melakukan sesuatu. Maka dari itu, langkah nyata agar menabung tak lagi jadi wacana adalah dengan menentukan 1 goal yang ingin dicapai. Jangan jauh-jauh setahun atau dua tahun ke depan. Minimal 6 bulan, set 1 goal yang paling kamu inginkan. Misalnya: punya usaha sampingan dari hasil menabung, bisa beli smartphone atau laptop baru, bisa liburan, apa pun yang kamu sukai.

Dengan begitu, kamu akan lebih termotivasi untuk mewujudkannya. Memang, setelah goal tercapai bisa jadi tabunganmu ludes tak tersisa. Tapi hal ini bukan masalah sebab yang terpenting adalah kamu sudah mendapatkan sense dan dorongan untuk konsisten menabung. Setelah goal tercapai, kamu bisa mengatur goal lainnya yang skalanya lebih besar atau bahkan jangka panjang seperti: beli rumah, menikah, dan lain sebagainya.

Langsung sisihkan tabungan setelah gajian & anggap uang hilang

Menabung dari uang sisa adalah hal utama yang menyebabkan menabung hanya jadi wacana. Di tengah gempuran promo e-commerce, merchant rekanan paylater dan kredit cepat, menunggu uang sisa nampak seperti harapan palsu. Apalagi kalo kamu orangnya susah mengontrol diri dan keinginan.

Solusinya, menabunglah di awal. Jam 8 pagi saat tanggal gajian dan uang masuk rekening, langsung potong uangnya sesuai yang sudah kamu atur/sepakati untuk ditabung. Misalnya 10% atau 20% dari total penghasilan. Pisahkan rekening gaji/pengeluaran dengan rekening tabungan agar kamu tidak tergoda menggunakannya. Selain itu, anggap uang yang sudah dialokasikan ke tabungan sebagai “uang hilang” supaya kalo kamu kegoda jajan ini itu yang nggak penting, nggak terpikir untuk menguras tabungan. Yuk komit dan tahan diri!

Secepatnya buka tabungan berjangka, berani?

Kalo dirasa berat menyisihkan sendiri uang gaji ke tabungan, kamu bisa “memaksa” diri dengan melakukan pembukaan rekening berjangka yang autodebet. Atur settingan tabungan di tanggal gajian sesuai nominal yang diinginkan. Maka otomatis, tabunganmu sudah terisi dari uang gaji. Tabungan berjangka juga biasanya memiliki periode yang harus dipatuhi dan setoran berurut-turut setiap bulannya. Jika tidak, otomatis rekening akan tertutup dan bunganya hangus. Diharapkan dengan metode ini, kamu akan lebih terdorong dan merasa wajib untuk menabung.

Bawa uang secukupnya di dalam dompet atau e-wallet

Uang yang berlimpah di dalam dompet dan saldo e-wallet, tanpa sadar juga bisa buat kita makin terdorong untuk konsumtif. Khususnya e-wallet, lihat diskon cashback sana sini atau dapat notif promo ini itu dari aplikasinya, langsung deh hasrat ingin pesan dan belanja meningkat tajam. Untuk mengatasi kondisi ini, kamu perlu membatasi uang yang dibawa dalam dompet atau e-wallet setiap harinya. Cukupkan jumlah uang atau saldo sesuai pengeluaranmu di hari itu, misal: untuk transport, makan siang, ngopi, makan malam, sampai pulang.

Tutup semua akses kredit dan sisakan satu yang penting

Entah itu kartu kredit, cicilan tanpa kartu kredit, pay later hingga kredit cepat seperti Kredivo, mulai sekarang, tentukan prioritas mana fasilitas kredit yang akan digunakan. Punya akses kredit sebenarnya bisa sangat membantu dalam bertransaksi sehari-hari. Lebih praktis dan cepat. Tapi, nggak bisa dipungkiri, akses kredit juga bisa membuat kita beralasan untuk melakukan transaksi yang nggak perlu. Contoh: tanggal tua, uang jajan udah limit, tergiur makan enak, gesek CC deh.

Maka dari itu, jangan terlalu banyak punya akses kredit supaya godaannya nggak terlalu banyak. Mau sisain kartu kredit buat belanja bulanan, aja? Boleh. Mau pake kredit cepat online yang bisa buat transaksi tanpa bunga (30 hari), cicilan s.d 12 bulan, dan bisa pinjaman tunai dengan bunga rendah kayak Kredivo? Juga boleh.

Apa pun itu, sesuaikan dengan kebutuhanmu. Kalo kamu first jobber atau belum pernah punya kartu kredit dan tertarik buat, kamu bisa mulai dengan akses kredit cepat dan online seperti Kredivo yang daftarnya cuma hitungan menit dengan approval 1 x 24 jam. Limitnya juga bisa sampe Rp 30 juta kalo daftarnya jadi akun Premium.

Tertarik buat coba? Kamu bisa download langsung aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store.