4 Jenis Air Minum dalam Kemasan yang Boleh Dikonsumsi

4 Jenis Air Minum dalam Kemasan yang Boleh Dikonsumsi

Akhir-akhir ini penjualan air minum dalam kemasan atau disebut AMDK sedang ramai diperbincangkan. Mulai banyak bermunculan merek-merek baru dalam produksi air minum dalam kemasan ini. Dampaknya adalah Anda harus lebih teliti dalam memilah dan memilih air minum kemasan terbaik diantara semua varian yang ada

Air minum dalam kemasan (AMDK) ini  menjadi salah satu pilihan pemenuhan kebutuhan air dalam tubuh manusia. AMDK mulai didistribusikan secara massal kepada masyarakat. Akan tetapi masih sedikit orang yang  mengetahui jenis-jenis air minum dalam kemasan yang beredar luas.

Jenis Air Minum dalam Kemasan (AMDK)

Tidak semua AMDK yang beredar di masyarakat berasal dari jenis air yang sama. Ada jenis air yang berbeda karena dipengaruhi proses pembuatannya, pH atau keasaman dan kandungan asli air.  Secara keseluruhan ada 4 jenis AMDK di Indonesia dan dijelaskan secara lengkap di bawah ini:

1.     Air mineral

Jenis air minum kemasan terbaik yang pertama adalah air mineral. Jenis ini menjadi AMDK yang paling mudah ditemui dimana saja. Sumber mata air mineral berasal dari pegunungan sehingga terjaga kemurniannya dan kaya kandungan mineral. Dalam proses pembuatannya, jenis AMDK ini masih tetap mempertahankan kealamian air. Nilai pH air mineral berada pada angka 6 hingga 8,5.

2.     Air demineral

Berkebalikan dengan air jenis pertama, AMDK kedua adalah air demineral. Artinya adalah air yang tidak mengandung kandungan mineral di dalamnya. Kandungan mineral dihilangkan saat proses pembuatannya namun tetap aman diminum.

Air demineral mengalami proses pemurnian seperti pemisahan zat-zat kimia (destilasi), penetralan ion positif dan negatif (deionisasi) atau pemurnian air (reverse osmosis). Tingkat keasaman atau pH air demineral yakni berkisar pada angka 5 hingga 7,5.

3.     Air oksigen

Jenis AMDK selanjutnya adalah air oksigen. Air oksigen adalah jenis AMDK yang berasal dari air mineral ataupun air demineral yang kemudian ditambahkan oksigen. Penambahan oksigen dalam proses pembuatannya diatur dalam jumlah tertentu sehingga aman dikonsumsi.

Kandungan mineral dalam air oksigen ini bergantung air asalnya. Apabila berasal dari air mineral maka memiliki kandungan mineral. Namun jika berasal dari air demineral maka otomatis air oksigen tidak memiliki mineral. Hal itu juga berdampak pada pH air oksigen yang berdasar pada sumber air asalnya. Air oksigen dari air mineral mengandung Ph antara 6-8,5 sedangkan dari air demineral berkisar pada angka 5-7,5.

4.     Air pH Tinggi

Air pH tinggi sering disebut air alkali adalah AMDK yang menggunakan proses elektrolisis atau penambahan garam maupun ionisasi. Air jenis ini memiliki kandungan mineral dan memiliki pH yang tinggi sesuai dengan namanya, yakni sebesar 8,5 sampai 9,97.

Keempat jenis AMDK di atas memiliki karakteristik dan kandungan masing-masing. Lalu bagaimana cara mengetahui  jenis air minum kemasan terbaik bagi tubuh? Semua jenis AMDK di atas sudah layak dan dapat dikonsumsi selama mendapat izin resmi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, sebelum membeli air kemasan sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh Anda.